ILMU PETUNANG MEMANCING IKAN


Teknik menangkap ikan yang beragam dari dulu hingga zaman modern memancing merupakan cara menangkap ikan yang masih tetap bertahan dan banyak digemari orang. Selain tekniknya klasik juga sudah menjadi bagian dari hobbi. Memancing sudah dikenal oleh peradaban manusia sejak zaman dahulu sekitar ribuan tahun yang lalu. Aktivitas ini dibuktikan dengan ditemukannya peninggalan-peninggalan arkeologi pada goa-goa tua di negara Eropa bahwa aktivitas penangkapan ikan sudah ada sejak zaman dulu.
Memancing atau dalam bahasa inggrisnya disebut fishing secara luas adalah kegiatan yang dapat dijadikan suatu mata pencarian (pekerjaan), ada juga menjadikannya suatu hobbi, bahkan menjadikannya suatu olahraga luar rumah (outhouse) .
Namun dalam praktek untuk mendapatkan hasil buruannya, tidak semua kegiatan memancing ikan selalu membuahkan hasil seekor ikan. karena memancing ikan dapat juga dijadikan suatu teknik dalam melatih kesabaran jiwa dan melatih kenikmatan menenangkan pikiran dalam kesunyian.
Bagi sebagian orang yang menjadikan memancing bukan suatu hobbi tetapi kebutuhan, tentu sangat berharap agar umpan yang berada dimata kail cepat dilahap ikan agar mendapatkan hasil buruan yang banyak. Untuk itu diperlukan umpan yang tepat serta teknik memancing yang luar biasa.
Leluhur kita dahulu dalam hal mancing memancing ternyata memiliki teknik luar biasa tidak kalah hebatnya dengan orang sekarang dalam upaya menangkap ikan dengan sebuah kail (pancing). teknik yang luar biasa (bertuah) dimulai dari pemilihan joran (tongkat memancing) yang bermutu, lalu umpan yang mengandung magnit (magnet) atau kekuatan gaib.
Teknik Luar Biasa Memancing Dari Sisi Budaya Leluhur:

- Bahan dari bambu (Buluh, aur, eru) adalah tanaman jenis rumput-rumputan yang mempunyai batang berongga dan beruas-ruas yang hanyut di air mengalir (sungai)
- Bahan dari bambu yang sebagian hujungnya (ucuknya) jatuh kesungai atau tunduk ke arah air mengalir.
- Bahan dari bambu yang tumbuh didekat sumber air.
Kemudian bahan dibersihkan dan dipotong. Ukuran panjang pendeknya joran disesuaikan dengan jengkal jari tangan kanan (kiri). Jengkal jari adalah jarak ujung hujung induk jari (jempol) dengan ujung jari kelingking. Ukuran ganjil seperi 1,3,5,7,9 jengkal merupakan joran pilihan.

Setelah mendapatkan joran pilihan maka diharuskan puasa (tidak makan minum seperti puasa bulan ramadhan) selama 3 senin 3 kamis dengan niat mohon diberikan tuah ilmu petunang pemikat ikan. minta berkat nabi hidir alaihi salam dan berkat nabi sulaiman alaihi salam.
Adapun ilmu petunang memancing ikan sebagai berikut:
Bismillahhirrohmanirrohim
Asih aing asihan nabi hidir
Ditenden Jero kail
saliring liring ngajinjing
Sarengkak-rengkak nu gencang

Rezkik cicing
Bagjak datang
Usolli Muhammad Allah
Alif Ba Ta Sa Jim
Puh...(sebutkan niat dihati)


Selama puasa ilmu petunang dibaca 33x setiap pagi lalu hembuskan ke joran.
Setelah di puasakan, ilmu ini dapat juga dijadikan sarana pengisian joran dan pengisian umpan ikan agar joran atau umpan ikan memiliki magnet penarik ikan. Dapat jugan untuk sarana pengisian jaring, lukah (bubu) dan sebaginya yang berhubungan dengan penangkapan ikan. Sebelum merapalkan ilmu petunang pemikat ikan dianjurkan untuk membaca surat alfatihah 3 X untuk nabi hidir dan nabi sulaiman meminta keberkatan.



1 komentar:

Anonymous mengatakan...

Assalamualaikum.?Maaf ki bayu nanti bambunya di apain??di buat zimat atau apa?terima kasih ki bayu..

Poskan Komentar

 
Powered by by: Blogger